Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Login
Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Jurnalisme Investigatif
No Result
View All Result
Home Sorotan

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

21 Agustus 2026
in Sorotan
0
Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappScan QR Code

Jakarta – Kerja reserse di Indonesia kini bertumpu pada sistem digital yang menghubungkan setiap tahap penyidikan, mulai dari laporan polisi masuk hingga berkas perkara dinyatakan lengkap. Perubahan ini menandai pergeseran cara kerja penyidik, dari proses manual dan tersekat antarfungsi menjadi alur kerja yang terintegrasi dan terekam secara digital. Transformasi tersebut berjalan seiring tuntutan agar setiap perkara pidana tidak hanya cepat terungkap, tetapi juga dibangun di atas alat bukti yang sahih.

Sistem Digital Menyatukan Alur Kerja Penyidikan

Bareskrim Polri mengoperasikan Electronic Manajemen Penyidikan (E-MP), aplikasi yang menghubungkan alur kerja reserse dari tahap laporan polisi, penugasan personel, hingga perkara selesai ditangani. Sistem ini sekaligus berfungsi sebagai alat evaluasi kinerja penyidik, sejalan dengan ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019.

Kamu mungkin suka

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

3 jam ago
Pengembangan Kasus Ganja 169,6 Kg di Deli Serdang: Polda Sumut Buru Pemasok dan Jaringan Luas

Pengembangan Kasus Ganja 169,6 Kg di Deli Serdang: Polda Sumut Buru Pemasok dan Jaringan Luas

1 minggu ago

Versi terbaru aplikasi ini mulai beroperasi pada 1 Mei 2026 dengan sejumlah fitur tambahan, di antaranya akses melalui perangkat mobile, pembaruan data mutasi personel secara otomatis, integrasi tanda tangan elektronik, serta kemampuan mengirim dokumen digital seperti Surat Perintah Dimulainya Penyidikan, Surat Perintah Penyidikan, dan Laporan Polisi antarlembaga. Pembaruan tersebut menjadi bagian dari Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi yang dikembangkan secara nasional.

Dengan sistem yang saling terhubung, proses administrasi penyidikan dapat dipantau secara berjenjang. Setiap tahapan perkara tercatat dalam satu basis data yang sama, sehingga meminimalkan celah dokumen tercecer atau proses yang berhenti tanpa kejelasan.

Layanan Publik Semakin Transparan Lewat Kanal Digital

Digitalisasi tidak hanya berdampak pada kerja internal penyidik, tetapi juga pada relasi antara reserse dan masyarakat pelapor. Layanan SP2HP Online memungkinkan masyarakat memantau perkembangan hasil penyidikan atas laporan yang mereka ajukan tanpa harus datang langsung ke kantor kepolisian.

Pola serupa diterapkan di tingkat kewilayahan. Di Polres Pasaman Barat, misalnya, Aplikasi Manajemen Penyidikan dirancang untuk merekam jejak setiap perkara secara real-time, dari tahap penyelidikan awal hingga berkas dinyatakan lengkap. Rekam jejak digital semacam ini dimaksudkan mencegah perkara mengendap tanpa kejelasan status di tingkat kewilayahan.

Teknologi Memperkuat, Bukan Menggantikan Kompetensi Penyidik

Sejumlah pihak eksternal turut menyoroti perkembangan digitalisasi penyidikan ini. Dalam Rapat Kerja Teknis Reserse Kriminal Polri 2026, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi berbagai terobosan digital yang dikembangkan Polri dalam penanganan kejahatan berbasis teknologi. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dalam forum yang sama, menegaskan bahwa penguatan kompetensi sumber daya manusia penyidik tetap menjadi fokus utama di tengah derasnya adopsi teknologi.

Penekanan pada faktor manusia ini juga tecermin dalam Rakernis Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri 2026, yang menyoroti pergeseran paradigma pembuktian pidana dari pendekatan berbasis pengakuan menuju pendekatan berbasis alat bukti ilmiah. Pergeseran ini sejalan dengan arah pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang baru, dan menuntut penyidik menguasai metode scientific crime investigation, bukan sekadar mengoperasikan perangkat digital.

Kombinasi antara sistem yang terintegrasi dan penyidik yang kompeten inilah yang menentukan apakah sebuah perkara benar-benar dibangun di atas alat bukti yang kuat, atau sekadar terekam rapi dalam basis data tanpa substansi hukum yang memadai.

Pada akhirnya, teknologi hanya menjadi alat bantu. Kualitas penyidikan tetap ditentukan oleh sejauh mana penyidik mampu menerjemahkan data dan dokumen digital tersebut menjadi konstruksi perkara yang teruji, sebuah proses yang di lapangan kerap disebut sebagai wajah nyata reserse bekerja.

Sumber: Polkam, Pusiknas Bareskrim Polri, Mitrarakyat, Sisdivkum

Tags: Bareskrim Polrie mp polripenyidikan digitalreformasi birokrasi polrisistem manajemen penyidikan scientific crime investigationteknologi kepolisian
Salma Hn

Salma Hn

Berita Terkait

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

by Salma Hn
2026/08/21
0

JAKARTA — Lahirnya Hari Juang Polri yang kini diperingati setiap tanggal 21 Agustus bukanlah hasil dari sebuah gagasan instan yang...

Pengembangan Kasus Ganja 169,6 Kg di Deli Serdang: Polda Sumut Buru Pemasok dan Jaringan Luas

Pengembangan Kasus Ganja 169,6 Kg di Deli Serdang: Polda Sumut Buru Pemasok dan Jaringan Luas

by Salma Hn
2026/08/14
0

DELI SERDANG — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja dengan total barang...

Soroti Isu Kedaulatan Data, PT Qudo Buana Nawakara Hadir di Forum INTI Indonesia Technology & Innovation 2026

Soroti Isu Kedaulatan Data, PT Qudo Buana Nawakara Hadir di Forum INTI Indonesia Technology & Innovation 2026

by Salma Hn
2026/08/11
0

JAKARTA – Indonesia kini berada di persimpangan jalan menuju bangsa yang cerdas (intelligent nation). Dalam forum INTI Indonesia Technology & Innovation...

Vino Pradipta Rilis Single Ketiga “Fatamorgana Berdarah”, Angkat Kritik Sosial Lewat Musik AI

Vino Pradipta Rilis Single Ketiga “Fatamorgana Berdarah”, Angkat Kritik Sosial Lewat Musik AI

by Salma Hn
2026/08/06
0

JAKARTA - Setelah sukses merilis dua karya sebelumnya, "Dunia Tak Berhenti di Sini" dan "Sirna", penyanyi berbasis kecerdasan buatan (AI)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Bisnis
  • Gagasan Ahli
  • Gercep Polri
  • Isu Polri
  • Jaga Negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pendapat Ahli
  • Pendidikan
  • Sains Teknologi
  • Sorotan
  • Sosial Politik
  • Trending no.1 Media Sosial

Berita Terbaru

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

21 Agustus 2026
Dari Kegelisahan Seorang Perwira hingga Lahirnya 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri

Dari Kegelisahan Seorang Perwira hingga Lahirnya 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri

21 Agustus 2026
Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

21 Agustus 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -