Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Login
Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Jurnalisme Investigatif
No Result
View All Result
Home Nasional

Dari Kegelisahan Seorang Perwira hingga Lahirnya 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri

21 Agustus 2026
in Nasional
0
Dari Kegelisahan Seorang Perwira hingga Lahirnya 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappScan QR Code

JAKARTA — Lahirnya Hari Juang Polri yang kini diperingati setiap tanggal 21 Agustus bukanlah hasil dari sebuah gagasan instan yang muncul dalam semalam. Penetapan tersebut merupakan akhir dari perjalanan panjang yang berlangsung selama lebih dari satu dekade, diawali oleh kegelisahan mendalam seorang perwira tinggi Polri yang mempertanyakan satu hal fundamental: mengapa institusi kepolisian telah memiliki Hari Bhayangkara, tetapi belum memiliki hari khusus yang merekam semangat perjuangannya sebagai bagian dari tonggak sejarah lahirnya Republik Indonesia.

Kegelisahan itu dirasakan oleh Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Arif Wachjunadi, M.H. Berbekal kecintaan yang mendalam terhadap institusi tempatnya mengabdi selama puluhan tahun, Arif memutuskan untuk memulai sebuah riset sejarah mandiri guna menelusuri akar perjuangan yang sesungguhnya dari Kepolisian Republik Indonesia.

Kamu mungkin suka

Libatkan Warga Negara Malaysia, Bareskrim Polri Tangkap 3 Tersangka Peredaran Etomidate di Bengkalis

Libatkan Warga Negara Malaysia, Bareskrim Polri Tangkap 3 Tersangka Peredaran Etomidate di Bengkalis

5 jam ago
Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti

Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti

1 hari ago

Menurut Polri selama ini sangat lekat dengan peringatan Hari Bhayangkara setiap 1 Juli sebagai simbol profesionalisme modern. Namun, ia melihat masih ada satu kepingan identitas penting yang belum mendapatkan tempat semestinya dalam narasi besar sejarah Polri, yakni jati diri sebagai Polri Pejuang.

Berangkat dari kesadaran tersebut, ia memulai penelitian historis yang tidak lazim dilakukan oleh seorang anggota kepolisian aktif pada masanya. Meski secara terbuka mengakui bahwa dirinya bukan seorang sejarawan profesional, Arif memilih untuk tekun menelusuri berbagai referensi arsip dan literatur masa lalu guna menemukan fakta otentik mengenai kiprah awal kepolisian di masa kemerdekaan.

“Saya bukan ahli sejarah. Saya hanya cinta dan bangga kepada Polri. Karena itu saya ingin mengetahui sejarah Polri. Faktanya sebenarnya tidak sulit ditemukan. Yang membedakan adalah kemauan dan semangat,” ungkapnya mengenang awal mula perjalanannya.

Di tengah keterbatasan sumber dan referensi literatur sejarah kepolisian saat itu, Arif terus gigih mengumpulkan berbagai dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan validitasnya. Ia meyakini betul bahwa institusi sebesar Polri harus memahami secara utuh asal-usul kelahirannya agar memiliki fondasi moral dan pijakan yang kokoh dalam membangun masa depan bangsa.

Hasil dari penelusuran panjang yang melelahkan itu akhirnya membawanya pada satu kesimpulan historis yang krusial. Tanggal 21 Agustus teridentifikasi sebagai momentum paling representatif yang merekam semangat kepahlawanan dan barisan pelopor Kepolisian Republik Indonesia di awal kemerdekaan.

“Saya riset, saya dapat tanggal 21 Agustus,” kenangnya.

Kendati demikian, menemukan fakta sejarah baru hanyalah babak awal dari sebuah tantangan besar. Tugas berikutnya yang tidak kalah berat adalah meyakinkan berbagai pihak bahwa temuan tersebut memiliki landasan historis yang kuat untuk diangkat menjadi bagian resmi dari identitas institusi.

Proses tersebut ditempuh melalui jalan yang panjang dan berliku. Arif aktif berdiskusi dengan para tokoh senior Polri, purnawirawan, para saksi sejarah langsung, hingga jajaran pimpinan Polri lintas generasi. Dukungan moral akhirnya mengalir luas dari berbagai kalangan, mulai dari Kapten Polisi (Purn.) Moekari selaku saksi hidup kesatuan Polisi Istimewa, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Ketua Umum PP Polri Jenderal Polisi (Purn.) Bambang Hendarso Danuri, Ketua Umum PKBB Komjen. Pol. (Purn.) Imam Soedjarwo, para Kapolri dari masa ke masa, hingga segenap anggota dan purnawirawan Polri.

Seluruh rangkaian proses konsultasi dan verifikasi itu dijalani dengan kesabaran tingkat tinggi.

“Perjalanannya panjang, tetapi akhirnya semua sepakat,” ujar Arif.

Bagi sosok perwira tinggi tersebut, penetapan Hari Juang Polri bukanlah sekadar menambah daftar hari peringatan baru di kalender institusi. Jauh lebih penting dari itu, momentum tersebut dihadirkan untuk menyalakan kembali api semangat perjuangan ke dalam dada setiap insan Bhayangkara yang bertugas.

Ia memaknai kata “juang” secara mendalam sebagai esensi pengabdian tanpa pamrih yang semestinya melekat pada setiap anggota kepolisian sejak pertama kali mereka mengucapkan sumpah jabatan negara.

“Juang itu semangat pengabdian tanpa pamrih sejak disumpah menjadi polisi Indonesia. Janjinya mengabdi kepada masyarakat tanpa syarat,” tegasnya.

Oleh karena itu, semangat Hari Juang Polri harus diimplementasikan secara nyata dalam bentuk pelayanan publik yang prima kepada masyarakat tanpa pernah membedakan latar belakang sosial siapa pun. Seorang anggota Polri dituntut untuk senantiasa memiliki disiplin tinggi, karakter tangguh, keberanian moral, ketegasan bersikap, serta mampu menjadi suri teladan di tengah kehidupan bermasyarakat. Di sisi lain, Korps Bhayangkara juga harus senantiasa berdiri tegak memegang teguh konstitusi sebagai pengayom utama negara.

Arif menegaskan bahwa profesionalisme modern dan semangat perjuangan historis bukanlah dua hal yang saling dipertentangkan. Sebaliknya, kedua elemen tersebut merupakan kepingan koin yang saling melengkapi satu sama lain.

“Polri Profesional dan Polri Pejuang adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” tandasnya.

Ia menaruh harapan besar agar Hari Juang Polri tidak sekadar berhenti sebagai acara seremonial tahunan belaka, melainkan diintegrasikan secara mendalam ke dalam sistem pendidikan karakter di seluruh lembaga pendidikan Polri, materi pembinaan personel, hingga kultur organisasi agar dijiwai oleh setiap generasi penerus sebagai jati diri sejati seorang Bhayangkara.

Seluruh ikhtiar maraton selama empat belas tahun itu akhirnya berbuah manis ketika Surat Keputusan resmi mengenai Hari Juang Polri diterbitkan oleh pimpinan institusi. Bagi Arif, kebahagiaan terbesar bukanlah ketika jerih payahnya mendapat sorotan publik, melainkan tatkala legalitas sejarah tersebut sah diakui oleh negara.

“Ketika Surat Keputusan Kapolri terbit. Sah.”

Kini, dengan resminya Hari Juang Polri menjadi bagian tak terpisahkan dari lembaran sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia, Arif berpesan agar api semangat pengabdian tersebut terus menyala di hati setiap insan Bhayangkara. Sebab baginya, menyelami lembaran sejarah bukanlah sekadar mengenang romantisme masa lalu, melainkan komitmen untuk terus menjaga arah dan ketulusan pengabdian di masa depan.

Sebuah pesan sederhana namun sarat makna selalu ia titipkan kepada para generasi penerus di korps kepolisian:

“Jaga nama Polri, jaga Polri. Apa yang sudah kamu berikan untuk Polri.”

Tags: Arif WachjunadiHari Juang PolriPolri PejuangSejarah Polri
Salma Hn

Salma Hn

Berita Terkait

Libatkan Warga Negara Malaysia, Bareskrim Polri Tangkap 3 Tersangka Peredaran Etomidate di Bengkalis

Libatkan Warga Negara Malaysia, Bareskrim Polri Tangkap 3 Tersangka Peredaran Etomidate di Bengkalis

by Salma Hn
2026/08/21
0

Jakarta - Bareskrim Polri mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis etomidate di wilayah Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik...

Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti

Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti

by Salma Hn
2026/08/20
0

JAKARTA — Sebuah perkara pidana tidak berhenti begitu polisi menetapkan seseorang sebagai tersangka. Justru pada titik itulah proses paling krusial...

Dari Laporan Korban di KJRI Hong Kong hingga Penetapan Tersangka: Perjuangan Ungkap Sindikat TPPO Lintas Negara

Dari Laporan Korban di KJRI Hong Kong hingga Penetapan Tersangka: Perjuangan Ungkap Sindikat TPPO Lintas Negara

by Salma Hn
2026/08/20
0

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri menangani lima kasus...

Aksi Licik Sindikat Internasional Dibongkar: 22,31 Kg Emas Gagal Diselundupkan ke Hong Kong

Aksi Licik Sindikat Internasional Dibongkar: 22,31 Kg Emas Gagal Diselundupkan ke Hong Kong

by Salma Hn
2026/08/19
0

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkap upaya penyelundupan emas ilegal...

Next Post
Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Bisnis
  • Gagasan Ahli
  • Gercep Polri
  • Isu Polri
  • Jaga Negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pendapat Ahli
  • Pendidikan
  • Sains Teknologi
  • Sorotan
  • Sosial Politik
  • Trending no.1 Media Sosial

Berita Terbaru

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

21 Agustus 2026
Dari Kegelisahan Seorang Perwira hingga Lahirnya 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri

Dari Kegelisahan Seorang Perwira hingga Lahirnya 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri

21 Agustus 2026
Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

21 Agustus 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -