JAKARTA – Indonesia kini menempuh jalur unik dalam menjaga ketertiban jalan raya. Fokus utama bukan hanya pada teknologi canggih atau sanksi yang tegas. Namun, Korlantas Polri lebih memilih membangun kepercayaan sebagai fondasi keselamatan. Melalui program Polantas Menyapa dan Melayani 2026, polisi ingin menciptakan hubungan yang lebih harmonis dengan warga.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa keselamatan adalah soal relasi sosial. Kehadiran Polantas di jalan raya bukan lagi sekadar simbol otoritas yang kaku. Sebaliknya, polisi hadir untuk menyapa, mendengar, dan melayani kebutuhan masyarakat secara langsung. Strategi ini mengubah jalan raya dari ruang mobilitas menjadi ruang percaya yang penuh kebersamaan.
Pendekatan Humanis ala Kakorlantas Polri
Secara global, konsep community policing memang sudah lama dikenal di berbagai negara maju. Namun, Kakorlantas Polri tidak menelan mentah-mentah pendekatan dari luar negeri tersebut. Beliau menerjemahkan nilai-nilai global ke dalam bahasa sosial yang akrab bagi orang Indonesia. “Menyapa” dipilih sebagai simbol pendekatan karena tindakan ini mampu menurunkan jarak psikologis.
Kakorlantas Polri percaya bahwa keselamatan tidak akan lahir dari rasa takut. Oleh karena itu, paradigma lama yang bersifat memaksa mulai ditinggalkan. Polantas kini lebih mengedepankan komunikasi yang humanis dan santun kepada para pengendara. Dengan begitu, masyarakat akan lebih terbuka dalam menerima pesan keselamatan dan mau menjaga ketertiban bersama.
Ojol Sebagai Mitra Strategis Kakorlantas Polri
Salah satu pilar utama dari program ini adalah merangkul komunitas pengemudi ojek online (ojol). Kakorlantas Polri menilai para pengemudi ojol adalah subjek keselamatan yang sangat penting. Mereka setiap hari berinteraksi dengan dinamika jalan raya yang sangat kompleks. Maka dari itu, mereka diajak berdialog secara terbuka sebagai mitra, bukan sebagai objek pengawasan.
Kakorlantas Polri telah melakukan rangkaian road show di berbagai daerah seperti Medan hingga Surabaya. Beliau ingin para pengemudi merasa dilibatkan dalam setiap kebijakan keselamatan. Ketika komunitas merasa dipercaya, mereka akan otomatis menjadi agen keselamatan bagi pengguna jalan lainnya. Pendekatan kolaboratif ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Investasi Kepercayaan Untuk Masa Depan
Membangun kepercayaan publik adalah investasi jangka panjang yang sangat strategis. Kakorlantas Polri menyadari bahwa tantangan lalu lintas di Indonesia akan semakin rumit ke depan. Namun, dengan hubungan yang sehat antara polisi dan warga, semua kendala akan lebih mudah diatasi. Kepatuhan masyarakat pun tumbuh bukan karena paksaan, melainkan karena rasa hormat.
Sebagai penutup, Kakorlantas Polri ingin reformasi kepolisian dimulai dari cara berinteraksi di lapangan. Menyapa hari ini adalah langkah awal untuk menjaga keselamatan di masa depan. Melalui pelayanan yang tulus, Polantas membangun pondasi keselamatan lalu lintas yang berkeadilan. Dengan demikian, jalan raya akan menjadi tempat yang benar-benar aman dan nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia.









