JAKARTA – Korlantas Polri terus mempercepat transformasi penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi tinggi. Saat ini polisi mulai menerapkan ETLE Drone Patrol Presisi di beberapa wilayah strategis. Lokasi pengawasan ini meliputi wilayah Bogor, Jakarta Timur, hingga Jakarta Selatan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan di kawasan dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa inovasi ini adalah wujud penegakan hukum yang modern. Teknologi drone memungkinkan polisi melakukan pengawasan secara luas dan lebih presisi. Hal ini sangat berguna untuk memantau jalur penghubung Jakarta-Bogor yang sering mengalami kepadatan arus. Dengan begitu petugas bisa bekerja secara objektif dan transparan dalam menjaga ketertiban di jalan raya.
Fokus Utama Pengendara Tanpa Helm SNI
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal memberikan penjelasan khusus mengenai fokus operasi kali ini. Petugas akan memprioritaskan penindakan bagi pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm SNI. Pelanggaran tersebut dinilai sebagai faktor utama tingginya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu polisi menggunakan kamera drone resolusi tinggi untuk merekam pelanggaran tersebut secara akurat.
Sesuai aturan Undang-Undang Lalu Lintas setiap pelanggar dapat dikenakan sanksi denda maksimal Rp 250.000. Melalui sistem ETLE berbasis drone ini maka tidak ada interaksi langsung antara petugas dan pelanggar. Semua data pelanggaran yang terekam akan langsung diproses melalui sistem elektronik nasional secara otomatis. Sistem ini menjamin proses penegakan hukum yang lebih akuntabel dan jauh dari praktik pungutan liar di lapangan.
Edukasi dan Sosialisasi Untuk Keselamatan
Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto memimpin langsung teknis pelaksanaan di lapangan. Beliau memastikan seluruh perangkat drone dalam kondisi siap dan data yang terekam benar-benar valid. Namun polisi tidak hanya fokus pada penilangan semata. Penindakan ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi agar masyarakat lebih disiplin dalam berkendara demi keselamatan diri sendiri.
Kombes Dwi menambahkan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas utama Korlantas Polri. Sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat sadar akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas tanpa rasa takut. Dengan adanya ETLE Drone di Bogor dan Jakarta diharapkan angka kecelakaan dapat menurun secara signifikan. Polri berkomitmen penuh untuk mewujudkan budaya berlalu lintas yang aman serta tertib bagi seluruh warga Indonesia.









