Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Login
Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Jurnalisme Investigatif
No Result
View All Result
Home Sorotan

Polisi Selidiki Kematian Diplomat Kemlu di Kamar Kos Menteng, Wajah Terbungkus Lakban

11 Juli 2025
in Sorotan
0
Polisi Selidiki Kematian Diplomat Kemlu

Polisi Selidiki Kematian Diplomat Kemlu

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappScan QR Code

Jakarta — Kepolisian masih menyelidiki kematian Arya Daru Pangayunan (39), seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri, yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) pagi.

Jenazah Arya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan wajah tertutup lakban. Polisi memastikan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kamu mungkin suka

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

6 hari ago
Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

6 hari ago

Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi menjelaskan bahwa jenazah pertama kali ditemukan penjaga kos setelah sang istri tidak berhasil menghubungi Arya sejak dini hari. Penjaga kemudian diminta memeriksa kamar, yang akhirnya dibuka paksa lantaran tak mendapat respons dari dalam.

“Kamar dalam kondisi terkunci dari dalam. Setelah diketuk-ketuk tidak ada respons, akhirnya dibuka paksa dan korban ditemukan sudah meninggal,” kata Rezha, Rabu (9/7/2025).

Tidak Ada Tanda Kekerasan

Hasil visum luar menunjukkan tidak terdapat tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, tidak ditemukan kerusakan pada kamar maupun barang-barang yang hilang. Polisi juga memastikan tidak ada indikasi perlawanan dari dalam kamar.

“Visum sementara tidak menunjukkan adanya kekerasan. Kondisi kamar juga rapi dan terkunci dari dalam,” tambah Rezha.

Barang Bukti dan Temuan Sidik Jari

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk lakban, kantong plastik, pakaian korban, dompet, serta bantal yang digunakan. Lakban yang membungkus wajah korban diketahui memiliki sidik jari milik Arya sendiri.

“Sidik jarinya ada di lakban. Tapi ini masih kami dalami lebih lanjut di laboratorium forensik,” kata Rezha.

Selain itu, ditemukan beberapa jenis obat di kamar korban, seperti obat sakit kepala dan lambung. Polisi kini tengah memeriksa kandungan dan penggunaan obat-obatan tersebut.

Aktivitas Terakhir Terekam CCTV

Keterangan saksi dan rekaman CCTV memperlihatkan bahwa Arya terakhir kali terlihat pada Senin malam (7/7), sekitar pukul 22.30 WIB. Ia sempat menyapa penjaga kos dan terlihat membuang sampah.

“Rekaman CCTV menunjukkan dia keluar buang sampah sekitar pukul 22.30 dan sempat menyapa penjaga,” ujar Rezha.

Pemeriksaan Saksi dan Autopsi

Hingga Rabu (9/7), empat orang saksi telah dimintai keterangan, yakni istri korban, penjaga kos, pemilik kos, dan seorang tetangga. Polisi juga berencana memeriksa rekan kerja korban untuk menggali lebih jauh soal aktivitas dan kondisi terakhir Arya.

“Masih ada beberapa saksi lagi yang akan kami periksa, termasuk dari lingkup kerja korban,” ucap Rezha.

Sementara itu, proses autopsi masih menunggu kehadiran istri korban yang sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta. Meski demikian, keluarga korban dari pihak istri sudah berada di Jakarta.

Analisis CCTV Masih Berlangsung

Polisi turut memeriksa dua unit CCTV dari lingkungan kos, meski pengolahan data menjadi kendala karena perangkat hanya merekam menggunakan kartu memori internal.

“Rekaman CCTV masih kami telusuri, tapi kualitasnya terbatas karena hanya menggunakan memory card internal, bukan sistem DVR. Jadi kami analisis satu per satu,” jelas Rezha.

Hingga saat ini, motif dan penyebab kematian Arya Daru Pangayunan belum dapat disimpulkan. Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan semua kemungkinan masih terbuka.

Tags: Arya Daru PangayunanDiplomat MudaKemenlu
Salma Hn

Salma Hn

Berita Terkait

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

by Salma Hn
2026/08/21
0

Jakarta - Kerja reserse di Indonesia kini bertumpu pada sistem digital yang menghubungkan setiap tahap penyidikan, mulai dari laporan polisi...

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

by Salma Hn
2026/08/21
0

JAKARTA — Lahirnya Hari Juang Polri yang kini diperingati setiap tanggal 21 Agustus bukanlah hasil dari sebuah gagasan instan yang...

Pengembangan Kasus Ganja 169,6 Kg di Deli Serdang: Polda Sumut Buru Pemasok dan Jaringan Luas

Pengembangan Kasus Ganja 169,6 Kg di Deli Serdang: Polda Sumut Buru Pemasok dan Jaringan Luas

by Salma Hn
2026/08/14
0

DELI SERDANG — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja dengan total barang...

Soroti Isu Kedaulatan Data, PT Qudo Buana Nawakara Hadir di Forum INTI Indonesia Technology & Innovation 2026

Soroti Isu Kedaulatan Data, PT Qudo Buana Nawakara Hadir di Forum INTI Indonesia Technology & Innovation 2026

by Salma Hn
2026/08/11
0

JAKARTA – Indonesia kini berada di persimpangan jalan menuju bangsa yang cerdas (intelligent nation). Dalam forum INTI Indonesia Technology & Innovation...

Next Post
Riza Chalid dan Putranya Jadi Tersangka Korupsi Minyak Pertamina, Kerugian Negara Capai Rp285 Triliun

Riza Chalid dan Putranya Jadi Tersangka Korupsi Minyak Pertamina, Kerugian Negara Capai Rp285 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Bisnis
  • Gagasan Ahli
  • Gercep Polri
  • Isu Polri
  • Jaga Negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pendapat Ahli
  • Pendidikan
  • Sains Teknologi
  • Sorotan
  • Sosial Politik
  • Trending no.1 Media Sosial

Berita Terbaru

Di Balik Pengumuman Tersangka: Pembuktian Reserse Lewat Kerja Tim

Di Balik Pengumuman Tersangka: Pembuktian Reserse Lewat Kerja Tim

26 Agustus 2026
Desak KPK Usut Tuntas Pengadaan Sepatu Rakyat Rp27 Miliar, Aliansi Masyarakat Gelar Aksi di Gedung Merah Putih

Desak KPK Usut Tuntas Pengadaan Sepatu Rakyat Rp27 Miliar, Aliansi Masyarakat Gelar Aksi di Gedung Merah Putih

26 Agustus 2026
Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti

Sertifikasi 113 Personel di Sultra: Bukti Nyata Polri Cetak Penyidik Berstandar Tinggi

24 Agustus 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -