Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Login
Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Jurnalisme Investigatif
No Result
View All Result
Home Nasional Gercep Polri

Sertifikasi 113 Personel di Sultra: Bukti Nyata Polri Cetak Penyidik Berstandar Tinggi

24 Agustus 2026
in Gercep Polri, Nasional
0
Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappScan QR Code

JAKARTA – Modus kejahatan di Indonesia terus bergeser mengikuti perkembangan teknologi. Kejahatan yang dahulu berlangsung secara konvensional kini merambah transaksi elektronik, jaringan digital, hingga skema lintas negara yang sulit dilacak dengan metode lama. Pergeseran ini menuntut penyidik memiliki kemampuan yang setara dengan kompleksitas modus yang mereka hadapi, bukan sekadar kecepatan dalam mengungkap kasus.

Fenomena ini terlihat jelas dalam sejumlah kasus kejahatan siber dan transnasional yang ditangani institusi penegak hukum sepanjang 2026, sekaligus dalam berbagai upaya penguatan kapasitas penyidik di berbagai daerah.

Kamu mungkin suka

Bareskrim Olah Jejak Digital: Dari Judi Online Hingga Ketamin Rp1,2 T

Pembuktian URC Polresta Gorontalo Kota: Respons Cepat Berbasis Bukti

20 jam ago
Bareskrim Olah Jejak Digital: Dari Judi Online Hingga Ketamin Rp1,2 T

Bareskrim Olah Jejak Digital: Dari Judi Online Hingga Ketamin Rp1,2 T

2 hari ago

Kejahatan Siber dan Transnasional Ubah Peta Ancaman

Badan Reserse Kriminal Polri menggelar Rapat Kerja Teknis Reskrim pada Mei 2026 di Jakarta, dihadiri Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Forum tersebut menyoroti kebutuhan sinergi antarpenegak hukum dalam menghadapi kejahatan transnasional dan penerapan KUHP baru.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjadi salah satu contoh konkret penanganan kejahatan kompleks lintas lembaga. Direktorat ini pernah menjalankan eksekusi kolaboratif bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Kejaksaan Agung, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta sektor perbankan, terkait ribuan rekening yang terhubung dengan ratusan situs perjudian daring. Direktorat ini juga dibentuk khusus untuk memperkuat kapasitas personel dalam menangani kejahatan siber sekaligus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta lembaga internasional.

Sertifikasi dan Pendidikan Spesialis Jadi Tumpu Kompetensi

Peningkatan kapasitas penyidik berjalan melalui jalur pendidikan formal di berbagai wilayah. Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menggelar Sertifikasi Kompetensi Penyidik dan Penyidik Pembantu pada Juli 2026, diikuti 113 personel reserse dari berbagai direktorat, mencakup tes tertulis dan simulasi penanganan perkara. Penyidik Utama Tingkat I Bareskrim Polri Inspektur Jenderal Polisi Agus Santoso menyampaikan bahwa sertifikasi ini bertujuan memastikan setiap penyidik memiliki standar kompetensi terukur dalam menjalankan penyelidikan maupun penyidikan.

Di tingkat kepolisian resor, Polres Maros meluluskan 30 penyidik baru melalui Pendidikan Pengembangan Spesialis pada Mei 2026. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Maros Komisaris Polisi Jumanto Agung menyampaikan bahwa program tersebut dirancang membentuk penyidik dengan kemampuan teknis sekaligus integritas, bukan sekadar formalitas administratif.

Kolaborasi Lintas Disiplin Perkuat Konstruksi Perkara

Kompleksitas kejahatan digital juga mendorong penyidik bekerja lintas disiplin. Polri menggelar dialog penguatan internal soal penanganan kejahatan love scamming, menghadirkan narasumber dari Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak, Komnas Perempuan, serta psikolog forensik. Forum ini menegaskan bahwa penanganan kejahatan digital modern memerlukan integrasi antara penyelidikan, analisis forensik digital, perlindungan korban, dan kerja sama lintas sektor.

Pendekatan lintas disiplin semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun konstruksi perkara yang kuat, karena informasi dari berbagai sumber harus dianalisis secara tepat sebelum dapat dijadikan alat bukti yang sah di persidangan.

Kompetensi penyidik pada akhirnya tidak berhenti pada satu titik pencapaian. Selama modus kejahatan terus berevolusi, proses penyidikan juga dituntut terus menyesuaikan diri, baik dari sisi kemampuan teknis maupun integritas personel yang menjalankannya. Dinamika inilah yang membentuk wajah reserse bekerja di tengah kompleksitas kejahatan masa kini.

Sumber: Merdeka, Detik, Suarakendari, Polrespidiejaya

Tags: Bareskrim Polrikejahatan siberkejahatan transnasionalpolda sulawesiReserse Bekerjasertifikasi penyidik scientific crime investigation
Salma Hn

Salma Hn

Berita Terkait

Bareskrim Olah Jejak Digital: Dari Judi Online Hingga Ketamin Rp1,2 T

Pembuktian URC Polresta Gorontalo Kota: Respons Cepat Berbasis Bukti

by Salma Hn
2026/09/03
0

JAKARTA — Sebuah perkara sering kali tampak sebagai peristiwa tunggal yang berdiri sendiri. Namun ketika ribuan laporan dikumpulkan dan dianalisis...

Bareskrim Olah Jejak Digital: Dari Judi Online Hingga Ketamin Rp1,2 T

Bareskrim Olah Jejak Digital: Dari Judi Online Hingga Ketamin Rp1,2 T

by Salma Hn
2026/09/02
0

JAKARTA — Ruang digital kini menyatu dengan keseharian masyarakat. Komunikasi, transaksi keuangan, pekerjaan, hingga interaksi sosial berlangsung lewat perangkat dan...

WN Taiwan Dikendalikan Pengiriman 800 Kg Ketamin di Perairan Anambas

WN Taiwan Dikendalikan Pengiriman 800 Kg Ketamin di Perairan Anambas

by Salma Hn
2026/09/02
0

JAKARTA — Bareskrim Polri terus mengembangkan pengungkapan dugaan penyelundupan 800 kilogram ketamin HCL di perairan Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Langkah...

Logika Reserse Bareskrim: Utamakan Alat Bukti, Buktikan Integritas

Logika Reserse Bareskrim: Utamakan Alat Bukti, Buktikan Integritas

by Salma Hn
2026/08/28
0

JAKARTA — Kecepatan menangkap pelaku sering kali menjadi tolok ukur keberhasilan reserse di mata publik. Namun, praktik penyidikan modern di...

Next Post
Desak KPK Usut Tuntas Pengadaan Sepatu Rakyat Rp27 Miliar, Aliansi Masyarakat Gelar Aksi di Gedung Merah Putih

Desak KPK Usut Tuntas Pengadaan Sepatu Rakyat Rp27 Miliar, Aliansi Masyarakat Gelar Aksi di Gedung Merah Putih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Bisnis
  • Gagasan Ahli
  • Gercep Polri
  • Isu Polri
  • Jaga Negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pendapat Ahli
  • Pendidikan
  • Sains Teknologi
  • Sorotan
  • Sosial Politik
  • Trending no.1 Media Sosial

Berita Terbaru

Bareskrim Olah Jejak Digital: Dari Judi Online Hingga Ketamin Rp1,2 T

Pembuktian URC Polresta Gorontalo Kota: Respons Cepat Berbasis Bukti

3 September 2026
Bareskrim Olah Jejak Digital: Dari Judi Online Hingga Ketamin Rp1,2 T

Bareskrim Olah Jejak Digital: Dari Judi Online Hingga Ketamin Rp1,2 T

2 September 2026
WN Taiwan Dikendalikan Pengiriman 800 Kg Ketamin di Perairan Anambas

WN Taiwan Dikendalikan Pengiriman 800 Kg Ketamin di Perairan Anambas

2 September 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -