Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Login
Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Jurnalisme Investigatif
No Result
View All Result
Home Nasional Gercep Polri

Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho: Polantas Harus Hadir Membangun Hubungan Baik dengan Warga

29 Mei 2026
in Gercep Polri, Nasional
0
Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho: Polantas Harus Hadir Membangun Hubungan Baik dengan Warga
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappScan QR Code

JAKARTA — Tren transformasi di tubuh pelayanan lalu lintas Indonesia saat ini sedang bergerak ke arah yang jauh lebih humanis. Polisi lalu lintas (Polantas) kini tidak lagi cukup dipahami sebatas aparat yang hadir untuk menindak pelanggaran, mengatur arus kendaraan, atau memberikan lembaran tilang di pinggir jalan raya.

Melalui peluncuran program unggulan Polantas Menyapa, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencoba memperlihatkan wajah baru pelayanan publik yang lebih komunikatif, dekat, serta mampu membangun fondasi kepercayaan masyarakat secara kokoh.

Kamu mungkin suka

BMP-RI Cabang Mimika Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan di Tengah Kabut Asap

BMP-RI Cabang Mimika Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan di Tengah Kabut Asap

22 jam ago
Bagaimana Unit Resmob Polres Tanbu Lacak Pelarian Pelaku Pencurian Rumah Hingga Kaltim? #ReserseBekerja

Bagaimana Unit Resmob Polres Tanbu Lacak Pelarian Pelaku Pencurian Rumah Hingga Kaltim? #ReserseBekerja

3 hari ago

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa manajemen pelayanan lalu lintas tidak bisa lagi hanya bertumpu pada pola pendekatan represif konvensional.

“Polantas harus hadir bukan hanya untuk mengatur jalan, tetapi membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,” ujar Irjen Agus dalam berbagai agenda pelayanan humanis Polri.

Pernyataan tegas ini memperlihatkan adanya perubahan paradigma yang mendasar, di mana polisi lalu lintas ingin dikenal oleh publik bukan karena memicu rasa takut, melainkan karena besarnya manfaat dari kehadiran mereka di lapangan.

Wajah Negara di Ruang Jalan Raya

Perubahan tersebut dinilai sangat krusial mengingat jalan raya merupakan sebuah ruang sosial terbuka yang setiap hari mempertemukan antara negara dan elemen masyarakat.

Di area persimpangan, pos pelayanan, pusat administrasi kendaraan seperti Samsat, hingga ke ruang digital media sosial, Polantas menjadi salah satu representasi wajah negara yang paling sering berinteraksi langsung dengan publik. Oleh karena itu, kualitas pelayanan kecil yang ditunjukkan petugas di lapangan dapat membentuk persepsi besar masyarakat terhadap institusi Polri secara menyeluruh.

Kendati demikian, penguatan pendekatan humanis ini sama sekali tidak bertujuan untuk menghapus esensi penegakan hukum. Hal mendasar yang diubah adalah tata cara bagaimana negara hadir di hadapan warga negaranya.

Petugas kini tidak hanya berdiri pasif menunggu terjadinya pelanggaran, melainkan hadir lebih awal untuk memberikan edukasi, membuka ruang dialog, serta membangun kedekatan sosial.

Dalam berbagai aktivitas di lapangan, personel Polantas kini mulai aktif menyapa berbagai elemen, mulai dari komunitas pengendara, pelajar sekolah, pengemudi ojek online, hingga masyarakat umum. Pola interaktif ini membuktikan bahwa komunikasi dua arah telah menjadi bagian penting dari pelayanan lalu lintas, sebab keselamatan sejati tidak hanya dibangun melalui kaku-nya aturan, tetapi lewat pemahaman dan kepercayaan bersama.

Konsistensi Lapangan sebagai Kunci Utama Perubahan Citra

Upaya perbaikan citra institusi tentu tidak akan cukup jika hanya digaungkan melalui slogan atau kampanye di media. Langkah besar ini membutuhkan konsistensi perilaku yang nyata dari para personel saat bertugas di lapangan.

Oleh sebab itu, program Polantas Menyapa harus diresapi sebagai budaya pelayanan yang melekat, bukan sekadar kegiatan seremonial sesaat. Irjen Agus terus menekankan pentingnya setiap anggota Polantas untuk menjadi representasi pelayanan negara yang ramah, profesional, dan dekat dengan rakyat.

Konsistensi sikap seperti inilah yang akan menentukan apakah publik melihat perubahan di tubuh Polri tersebut sebagai sesuatu yang konkret atau tidak. Sebab, pada prinsipnya masyarakat akan menilai institusi bukan hanya dari lembar kebijakan besar di atas kertas, melainkan dari pengalaman langsung yang mereka rasakan ketika bertemu dengan petugas.

Di sisi lain, pendekatan humanis ini juga tidak boleh disalahartikan sebagai bentuk sikap permisif atau pembiaran terhadap pelanggaran lalu lintas. Penegakan hukum tetap harus berjalan secara tegas, adil, dan profesional, terutama terhadap jenis pelanggaran kasatmata yang berisiko tinggi membahayakan keselamatan jiwa.

Memadukan Hukum dan Nilai Kemanusiaan

Namun, ketegasan dalam bertindak tersebut perlu dijalankan tanpa harus kehilangan rasa empati sosial kepada masyarakat. Polisi modern zaman digital memang dituntut mampu menggabungkan antara ketegasan hukum dan nilai kemanusiaan.

Pemanfaatan teknologi mutakhir seperti ETLE sangat membantu proses penegakan hukum berjalan lebih objektif dan transparan. Sementara itu, pendekatan humanis berfungsi menjaga keharmonisan hubungan sosial antara polisi dan warga. Kombinasi seimbang inilah yang menjadi pilar dasar dari sistem pelayanan lalu lintas modern yang dipercaya publik.

Di balik esensi gerakan Polantas Menyapa, terdapat sebuah gagasan besar mengenai cara negara hadir mengayomi ruang publik. Jalan raya sejatinya bukan sekadar tempat bagi mesin dan kendaraan bergerak, melainkan sebuah ruang kehidupan bersama. Di atas aspal jalanan, ada jutaan pekerja, pelajar, keluarga, dan masyarakat yang memiliki harapan yang sama, yaitu ingin sampai ke tempat tujuan dengan selamat.

Ketika polisi hadir secara tulus untuk membantu, menyapa, dan melayani, maka tingkat kepatuhan hukum masyarakat dipastikan dapat tumbuh secara lebih alami tanpa paksaan. Hubungan yang sehat antara aparat penegak hukum dan warga negara akan memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan berkendara.

Pada akhirnya, Polantas Menyapa telah membuktikan diri bukan sekadar program komunikasi publik biasa, melainkan sebuah jalan baru untuk membangun pelayanan publik yang jauh lebih manusiawi di Indonesia.

Tags: Kakorlantas PolriKorlantas PolriPolantas MenyapaPolri Presisi
Salma Hn

Salma Hn

Berita Terkait

BMP-RI Cabang Mimika Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan di Tengah Kabut Asap

BMP-RI Cabang Mimika Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan di Tengah Kabut Asap

by Redaksi JurnalInvestigatif
2026/10/18
0

TIMIKA – Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Cabang Mimika membagikan masker kepada pengguna jalan di beberapa titik ruas jalan...

Bagaimana Unit Resmob Polres Tanbu Lacak Pelarian Pelaku Pencurian Rumah Hingga Kaltim? #ReserseBekerja

Bagaimana Unit Resmob Polres Tanbu Lacak Pelarian Pelaku Pencurian Rumah Hingga Kaltim? #ReserseBekerja

by Salma Hn
2026/10/16
0

TANAH BUMBU — Di era digital, informasi dapat menyebar lebih cepat daripada proses verifikasi. Potongan informasi yang tidak lengkap sering...

#ReserseBekerja Sinergi URC Polda Sulut Ungkap Penyelundupan 16 Kg Emas

Mengapa Profiling Sidik Jari Jadi Kunci Tim URC Polres Kuningan Ringkus Curanmor Darma? #ReserseBekerja

by Salma Hn
2026/10/06
0

KUNINGAN — Perkembangan teknologi membuat informasi tentang sebuah perkara dapat menyebar sangat cepat. Potongan video, komentar, dan kabar yang belum...

Tim URC Polda Sulut Tangkap Pelaku Pembunuhan Profesor Sukabumi di Makassar #ReserseBekerja

Tim URC Polda Sulut Tangkap Pelaku Pembunuhan Profesor Sukabumi di Makassar #ReserseBekerja

by Salma Hn
2026/10/06
0

MAKASSAR — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Polda Sulawesi Selatan menangkap PAL (41), terduga pelaku pembunuhan seorang profesor yang...

Next Post
Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho: Tertib Lalu Lintas Adalah Soal Budaya Bersama

Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho: Tertib Lalu Lintas Adalah Soal Budaya Bersama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Bisnis
  • Gagasan Ahli
  • Gercep Polri
  • Isu Polri
  • Jaga Negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pendapat Ahli
  • Pendidikan
  • Sains Teknologi
  • Sorotan
  • Sosial Politik
  • Trending no.1 Media Sosial

Berita Terbaru

BMP-RI Cabang Mimika Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan di Tengah Kabut Asap

BMP-RI Cabang Mimika Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan di Tengah Kabut Asap

18 Oktober 2026
Bagaimana Unit Resmob Polres Tanbu Lacak Pelarian Pelaku Pencurian Rumah Hingga Kaltim? #ReserseBekerja

Bagaimana Unit Resmob Polres Tanbu Lacak Pelarian Pelaku Pencurian Rumah Hingga Kaltim? #ReserseBekerja

16 Oktober 2026
Mengapa Niat Curi dan Bayar Utang Tega Bikin Dua Pemuda Habisi Nyawa KDA di Kamar Kos? #ReserseBekerja

Mengapa Niat Curi dan Bayar Utang Tega Bikin Dua Pemuda Habisi Nyawa KDA di Kamar Kos? #ReserseBekerja

16 Oktober 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -