Jakarta — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Korlantas Polri atas keberhasilan pengamanan Operasi Ketupat 2026. Dalam rapat analisis dan evaluasi (anev) yang digelar Rabu (1/4/2026), Kapolri menyoroti penurunan signifikan angka fatalitas kecelakaan di tengah lonjakan arus kendaraan yang mencapai 18,43 persen.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, yang menyampaikan arahan langsung Kapolri, menyebutkan bahwa angka kematian akibat kecelakaan turun drastis sebesar 31,19 persen atau menyelamatkan 136 jiwa dibandingkan tahun lalu. “Bapak Kapolri menghaturkan terima kasih atas kerja keras jajaran. Kelancaran arus dan penurunan angka kecelakaan adalah indikator keberhasilan yang nyata,” ujar Irjen Agus.
Data mencatat, sebanyak 285 kali rekayasa lalu lintas—termasuk one way nasional dan contraflow—berhasil mengelola lebih dari 3,2 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta. Kapolri juga menyebut keberhasilan ini merupakan buah dari stimulus kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto, seperti diskon tarif tol dan kebijakan WFA/WFH yang efektif memecah kepadatan arus.
Pasca-operasi, Kapolri memberikan instruksi khusus untuk menjaga momentum positif ini melalui pelayanan yang menyentuh hati. Irjen Agus menjabarkan arahan tersebut dengan meluncurkan program “Polantas Menyapa dan Melayani” sebagai fondasi utama interaksi petugas dengan pengendara.
“Mari kita jaga marwah Polri melalui tugas lalu lintas. Kesadaran berkendara tidak hanya dibangun lewat hukum, tapi melalui dialogis dan pendekatan super humanis,” tegas Kakorlantas. Semangat ini diharapkan menjadikan Polantas sebagai sosok solutif di lapangan yang mampu menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) secara berkelanjutan.








