Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Login
Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Jurnalisme Investigatif
No Result
View All Result
Home Nasional Gercep Polri

Kontroversi Kesaksian Aep dalam Kasus Vina dan Eky Cirebon

10 Juli 2024
in Gercep Polri
0
Kontroversi Kesaksian Aep dalam Kasus Vina dan Eky Cirebon
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappScan QR Code

JurnalismeInvestigatif.com – Sosok Aep, saksi dalam kasus Vina Cirebon, mendadak viral dan dicari-cari netizen setelah Pegi Setiawan dibebaskan. Menurut polisi, Aep merupakan saksi kunci dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada tahun 2016.

Dalam kesaksiannya, Aep mengaku mengenal beberapa pelaku pembunuhan Vina dan Eky, termasuk Pegi Setiawan. Aep juga mengonfirmasi foto Pegi yang ditunjukkan oleh polisi.

Kamu mungkin suka

Libatkan Warga Negara Malaysia, Bareskrim Polri Tangkap 3 Tersangka Peredaran Etomidate di Bengkalis

Libatkan Warga Negara Malaysia, Bareskrim Polri Tangkap 3 Tersangka Peredaran Etomidate di Bengkalis

21 jam ago
Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti

Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti

2 hari ago

Salah satu keterangan penting yang disampaikan Aep adalah bahwa ia melihat sepeda motor Smash warna pink di lokasi kejadian. Sepeda motor tersebut, menurut Aep, milik Pegi dan dikendarai saat kejadian.

Aep sendiri bukan warga asli Cirebon. Ia dilahirkan di Pleret, Purwakarta, tetapi tinggal di Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Namun, Aep tercatat sebagai warga Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Dalam tayangan video di kanal YouTube KDM, Aep memberikan keterangan yang sama. Ia menceritakan bahwa dirinya membeli rokok di warung samping SMP 11 sekitar pukul 21.30. Saat itu, ia melihat sepeda motor yang kemudian diketahui dikendarai Vina yang berboncengan dengan Eky melintas.

“Terus dilempari batu, lalu kabur. Terus dikejar sama anak muda yang biasa nongkrong di situ. Ada 4 motor boncengan,” tuturnya dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Selasa (9/7).

“Saya takut di situ, terus pulang. Setelah itu saya nggak tahu (kejadian apapun),” sambungnya.

“Nggak tahu (peristiwa pembunuhan, pemerkosaan). Iya (cuma tahu peristiwa saat korban dikejar dan dipepet),” imbuh dia.

Aep mengungkap bahwa semua keterangannya itu sudah disampaikan kepada penyidik dan masuk dalam BAP pada 2016. “Enggak (ditambah atau dikurangi),” tuturnya.

Dia menyebut bahwa dirinya tidak mengenal nama-nama para pelaku. “Kalau wajah saya tahu, karena kan sering nongkrong di situ,” ujarnya.

Aep juga mengaku mengenali wajah Pegi. “Waktu peristiwa itu (Pegi) ada (di lokasi). Dia sering kumpul sama anak-anak situ,” sebutnya.

Disinggung soal perbedaan kesaksian orangtua, adik, tetangga dan rekan kerja Pegi, Aep mengaku siap dikonfrontir. Dimana sejumlah saksi menyatakan bahwa saat kejadian Pegi Setiawan tidak ada di Cirebon.

Melainkan tengah bekerja sebagai buruh bangunan di Bandung. “Yakin saya. Siap saya (disumpah dengan Alquran),” tegasnya.

Sosok Aep langsung mendapat sorotan dari pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel. Reza bahkan mendesak polisi untuk memproses hukum Aep, yang disebut polisi sebagai saksi kunci dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

“Pegi bebas, masalah belum tuntas. Aep perlu diproses hukum,” kata Reza dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Juli 2024.

Menurut Reza, dalam kasus ini, Aep adalah sosok yang paling merusak pengungkapan fakta. Hal ini karena Aep dinilai telah memberikan keterangan palsu alias false confession.

“(Keterangan) Aep itu datang dari mana? Dari dirinya sendiri ataukah dari pengaruh eksternal? Jika dari pihak eksternal, siapakah pihak itu?” ungkap Reza.

Menurut Reza, ada yang janggal dalam keterangan yang diberikan Aep. Ia mengaku melihat para pelaku dari jarak sekitar 100 meter dan mengingat wajah mereka.

Namun, kondisi di TKP diduga tidak memungkinkan untuk melihat jelas, apalagi mengingat wajah para pelaku, karena minimnya penerangan. Terbaru, beredar video Pegi Setiawan menantang Aep untuk keluar dan menunjukkan diri.

Dalam video tersebut, Pegi terlihat mengenakan hoodie warna oranye. Ia didampingi oleh seorang pria berkaos hitam yang merupakan salah satu kuasa hukumnya, Toni RM.

Dalam video itu, Pegi membantah semua pernyataan dan kesaksian Aep.

Baca Juga : Saka Tatal Ajukan Peninjauan Kembali Terkait Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Dapatkan informasi terupdate berita polpuler harian dari JurnalismeInvestigatif.com. Untuk kerjasama lainya bisa kontak email tau sosial media kami lainnya.    

Tags: AepKasus VinaVinaVina Cirebon
Redaksi JurnalInvestigatif

Redaksi JurnalInvestigatif

Berita Terkait

Libatkan Warga Negara Malaysia, Bareskrim Polri Tangkap 3 Tersangka Peredaran Etomidate di Bengkalis

Libatkan Warga Negara Malaysia, Bareskrim Polri Tangkap 3 Tersangka Peredaran Etomidate di Bengkalis

by Salma Hn
2026/08/21
0

Jakarta - Bareskrim Polri mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis etomidate di wilayah Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik...

Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti

Kepastian Hukum dalam Penegakan Pidana: Menjaga Keseimbangan Antara Kecepatan dan Kekuatan Bukti

by Salma Hn
2026/08/20
0

JAKARTA — Sebuah perkara pidana tidak berhenti begitu polisi menetapkan seseorang sebagai tersangka. Justru pada titik itulah proses paling krusial...

Dari Laporan Korban di KJRI Hong Kong hingga Penetapan Tersangka: Perjuangan Ungkap Sindikat TPPO Lintas Negara

Dari Laporan Korban di KJRI Hong Kong hingga Penetapan Tersangka: Perjuangan Ungkap Sindikat TPPO Lintas Negara

by Salma Hn
2026/08/20
0

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri menangani lima kasus...

Modus Licik Narkotika Baru: 622 Pod Getar Disamarkan Dalam Bungkus Permen

Modus Licik Narkotika Baru: 622 Pod Getar Disamarkan Dalam Bungkus Permen

by Salma Hn
2026/08/18
0

Medan - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan dugaan peredaran 622 pod getar yang mengandung etomidate di Kota Medan, Sumatera...

Next Post
Alarm Masalah Sosial #indonesiadaruratjudionline Mengungkap Krisis Darurat Judi Online di Indonesia

Alarm Masalah Sosial #indonesiadaruratjudionline Mengungkap Krisis Darurat Judi Online di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Bisnis
  • Gagasan Ahli
  • Gercep Polri
  • Isu Polri
  • Jaga Negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pendapat Ahli
  • Pendidikan
  • Sains Teknologi
  • Sorotan
  • Sosial Politik
  • Trending no.1 Media Sosial

Berita Terbaru

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

Dari Manual ke Digital: Mengawal Akuntabilitas Kasus Hukum Lewat E-MP Bareskrim Polri

21 Agustus 2026
Dari Kegelisahan Seorang Perwira hingga Lahirnya 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri

Dari Kegelisahan Seorang Perwira hingga Lahirnya 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri

21 Agustus 2026
Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dan Perjalanan Panjang Menguak Jati Diri Polri Pejuang

21 Agustus 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -