Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Login
Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Jurnalisme Investigatif
No Result
View All Result
Home Nasional Gercep Polri

Lebih dari Sekadar Sanksi, Polantas Kini Fokus Jadi Edukator Sosial Masyarakat

12 Mei 2026
in Gercep Polri, Nasional
0
Lebih dari Sekadar Sanksi, Polantas Kini Fokus Jadi Edukator Sosial Masyarakat
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappScan QR Code

JAKARTA — Selama puluhan tahun, wajah polisi lalu lintas (Polantas) identik dengan penegakan hukum melalui sanksi tilang. Hal ini membentuk pola pikir masyarakat bahwa mematuhi aturan adalah cara menghindari hukuman, bukan bentuk perlindungan diri. Namun, paradigma ini kini sedang dirombak secara fundamental.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa arah kebijakan Polantas saat ini bergeser dari sekadar menciptakan ketakutan menjadi membangun kesadaran kolektif.

Kamu mungkin suka

PT Qudo Buana Nawakara Hadiri INTI Cybersecurity Expo 2026, Soroti Pentingnya Verifikasi dan Validasi Manusia di Era AI

PT Qudo Buana Nawakara Hadiri INTI Cybersecurity Expo 2026, Soroti Pentingnya Verifikasi dan Validasi Manusia di Era AI

2 hari ago
penyelidikan kasus kematian Sutrimo di Jakarta Selatan

Respons Asumsi Publik, Polri Usut Tuntas Kematian Sutrimo

3 hari ago

“Tujuan kami bukan membuat masyarakat takut ditilang, tapi sadar untuk selamat,” ujar Irjen Agus dalam berbagai kesempatan transformasi pelayanan Polantas.

Penegakan Hukum Sebagai Bagian dari Edukasi

Meski mengedepankan kesadaran, Polantas tetap memandang penegakan hukum sebagai pilar penting. Tanpa pengawasan digital seperti ETLE (tilang elektronik) dan patroli rutin, jalan raya berisiko menjadi ruang tanpa aturan. Namun, sanksi kini ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan sosial, bukan tujuan akhir.

Tujuan utama yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku jangka panjang. Polantas menyadari bahwa sanksi hanya menghentikan pelanggaran sementara waktu, sementara kesadaran memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat dan berkelanjutan.

Budaya Sadar: Kepatuhan Tanpa Harus Diawasi

Filosofi besar yang dibangun Korlantas Polri saat ini adalah menciptakan budaya tertib yang lahir secara alami. Seseorang yang sadar akan pentingnya keselamatan akan tetap mengenakan helm atau sabuk pengaman bukan karena takut ada petugas, melainkan karena memahami risiko bagi nyawanya.

Transformasi ini diimplementasikan melalui program “Polantas Menyapa”. Polisi kini lebih banyak hadir dalam ruang-ruang dialog, mulai dari komunitas motor, sekolah, hingga kampus. Polantas memosisikan diri sebagai fasilitator perubahan sosial yang komunikatif dan humanis.

Membangun Peradaban Jalan Lewat Nilai

Irjen Agus Suryonugroho memahami bahwa membangun budaya ini membutuhkan waktu. Namun, pendekatan yang menyasar pada empati dan penghormatan terhadap kehidupan manusia diyakini sebagai langkah paling tepat.

Ketika seseorang berhenti di lampu merah atau memberikan jalan bagi ambulans karena kesadaran sosial—bukan karena ancaman denda—di situlah peradaban jalan benar-benar tumbuh. Keselamatan kini dipandang sebagai nilai bersama yang dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat demi kualitas hidup yang lebih baik di seluruh Indonesia.

Tags: Irjen Agus Suryonugroho KamseltibcarlantasKorlantasPolriKualitas HidupPolantas MenyapaTertib Lalu Lintas
Salma Hn

Salma Hn

Berita Terkait

PT Qudo Buana Nawakara Hadiri INTI Cybersecurity Expo 2026, Soroti Pentingnya Verifikasi dan Validasi Manusia di Era AI

PT Qudo Buana Nawakara Hadiri INTI Cybersecurity Expo 2026, Soroti Pentingnya Verifikasi dan Validasi Manusia di Era AI

by Salma Hn
2026/08/13
0

JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin memengaruhi berbagai sektor, termasuk keamanan siber. Meski mampu membantu menganalisis...

penyelidikan kasus kematian Sutrimo di Jakarta Selatan

Respons Asumsi Publik, Polri Usut Tuntas Kematian Sutrimo

by Siti Mardheatul
2026/08/12
0

JAKARTA/BANYUMAS — Kasus kematian Sutrimo yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terus menarik perhatian publik. Berbagai...

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

by Geralda Talitha
2026/08/12
0

Dalam rangka mensejahterakan masyakat Papua, Pemerintah Pusat memberikan bantuan berupa hewan ternak babi. Kepala Suku Besar Kamoro, Kabupaten Mimika, Timotius...

Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin Kepala Suku Besar Kamoro

Dorong Kesahteraan Masyarakat Adat Mimika, Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Ternak Babi Kepada Timotius Samin (Kepala Suku Besar Kamoro)

by Redaksi JurnalInvestigatif
2026/08/12
0

Dalam rangka mensejahterakan masyakat Papua, Pemerintah Pusat memberikan bantuan berupa hewan ternak babi. Kepala Suku Besar Kamoro, Kabupaten Mimika, Timotius...

Next Post
Irjen Pol. Agus Suryonugroho: Keselamatan Jalan Mulai dari Kesadaran Hari Ini

Irjen Pol. Agus Suryonugroho: Keselamatan Jalan Mulai dari Kesadaran Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Bisnis
  • Gagasan Ahli
  • Gercep Polri
  • Isu Polri
  • Jaga Negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pendapat Ahli
  • Pendidikan
  • Sains Teknologi
  • Sorotan
  • Sosial Politik
  • Trending no.1 Media Sosial

Berita Terbaru

Pengembangan Kasus Ganja 169,6 Kg di Deli Serdang: Polda Sumut Buru Pemasok dan Jaringan Luas

Pengembangan Kasus Ganja 169,6 Kg di Deli Serdang: Polda Sumut Buru Pemasok dan Jaringan Luas

14 Agustus 2026
PT Qudo Buana Nawakara Hadiri INTI Cybersecurity Expo 2026, Soroti Pentingnya Verifikasi dan Validasi Manusia di Era AI

PT Qudo Buana Nawakara Hadiri INTI Cybersecurity Expo 2026, Soroti Pentingnya Verifikasi dan Validasi Manusia di Era AI

13 Agustus 2026
penyelidikan kasus kematian Sutrimo di Jakarta Selatan

Respons Asumsi Publik, Polri Usut Tuntas Kematian Sutrimo

12 Agustus 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -