JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatatkan prestasi gemilang dalam indeks kepercayaan masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia periode Maret-April 2026, Polri kini berhasil menembus peringkat ke-4 sebagai lembaga negara yang paling dipercaya publik, sebuah lonjakan tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya tertahan di papan bawah.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap Polri kini menyentuh angka 63,7%. “Ini menempatkan Polri di posisi 4 tertinggi dari 11 lembaga yang kami ukur. Tren ini naik sangat tajam melampaui capaian historisnya,” ujar Burhanuddin dalam paparan surveinya, Jumat (10/4/2026).
Kenaikan peringkat ini disebut berkaitan erat dengan kesuksesan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Data menunjukkan bahwa 81,4% masyarakat menilai Polri semakin baik dalam menciptakan kelancaran arus lalu lintas, sementara 80,8% merasa puas atas jaminan keamanan dan keselamatan yang diberikan.
Inovasi di lapangan juga memanen apresiasi. Fasilitas posko pelayanan yang humanis mendapatkan kepuasan hingga 78,7%, sedangkan rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow dinilai efektif oleh mayoritas responden. “Kehadiran Polri di tengah masyarakat saat mudik memberikan rasa aman yang dirasakan manfaatnya secara langsung,” tambah Burhanuddin.
Dengan hasil ini, Polri kini bersanding di jajaran elite lembaga terpercaya bersama TNI, Presiden, dan Kejaksaan Agung. Survei bertajuk ‘Evaluasi Publik Terhadap Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026’ ini melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Capaian ini menjadi modal berharga bagi Korps Bhayangkara untuk terus menjaga momentum positif dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa depan.








