Jakarta — Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mendapatkan rapor positif dari publik. Berdasarkan hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini mencapai 79,8 persen. Angka ini mencerminkan apresiasi publik terhadap peningkatan aspek keselamatan di jalan raya.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa mayoritas responden merasakan perubahan signifikan, terutama dalam hal kelancaran dan rasa aman. “Masyarakat menilai penyelenggaraan tahun ini lebih baik, didukung oleh data penurunan fatalitas kecelakaan yang sangat drastis,” ujarnya dalam rilis resmi, Selasa (7/4/2026).
Capaian survei ini sejalan dengan data internal Korlantas Polri yang mencatat penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia antara 30,89 hingga 31,19 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari kombinasi strategi rekayasa lalu lintas (one way & contraflow), optimalisasi transportasi umum yang melayani 147,55 juta penumpang, hingga kebijakan Work from Anywhere (WFA).
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyambut baik hasil survei tersebut dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. “Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh stakeholder dan kepatuhan masyarakat di jalan. Kami juga berterima kasih atas arahan langsung Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lapangan yang memastikan operasi berjalan optimal,” tutur Irjen Agus.
Meskipun tingkat kepuasan tinggi, survei dan data lapangan memberikan catatan penting terkait tingginya angka kecelakaan sepeda motor di jalur arteri. Hal ini akan menjadi fokus evaluasi utama Korlantas Polri ke depannya.
Laporan awal hasil kerja sama Korlantas Polri dan Jasa Raharja ini akan menjadi pijakan strategis untuk terus mewujudkan Kamseltibcarlantas yang berkelanjutan, guna memastikan setiap momentum mudik di masa depan tetap memberikan rasa aman dan keluarga bahagia bagi seluruh rakyat Indonesia.








