JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi menggelar Operasi Ketupat 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Operasi ini menjadi salah satu pengamanan terbesar yang melibatkan ribuan personel dan instansi lintas sektor.
Operasi Ketupat tidak hanya bertujuan mengatur lalu lintas. Sistem pengamanan nasional ini dirancang untuk menjaga keselamatan jutaan masyarakat selama masa libur Idulfitri. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan seluruh skema, mulai dari personel hingga teknologi, telah siap sepenuhnya.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menegaskan misi utama operasi ini adalah perlindungan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan operasi diukur dari tingkat keselamatan masyarakat selama periode mudik berlangsung.
“Operasi Ketupat 2026 adalah operasi kemanusiaan, bukan hanya operasi bidang lalu lintas. Negara hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dengan aman, selamat, tertib, dan lancar,” ujar Irjen Agus.
Operasi Ketupat melibatkan berbagai instansi seperti TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, hingga operator jalan tol. Kolaborasi ini bertujuan memastikan pengelolaan perjalanan masyarakat dilakukan secara terpadu. Personel gabungan telah ditempatkan di jalur arteri, tol, pelabuhan, hingga bandara.
Irjen Agus menekankan bahwa sinergi adalah kunci efektivitas di lapangan. Sebagai bagian dari persiapan, Korlantas Polri juga menggelar Tactical Floor Game (TFG). Simulasi ini digunakan untuk menguji berbagai skenario pengamanan, termasuk kondisi darurat.
“Aman itu adalah sistem, bukan kebetulan. Keselamatan dirancang melalui sistem yang matang,” tegas Irjen Agus. Melalui TFG, setiap instansi memahami perannya dalam sistem pengamanan nasional.
Salah satu strategi utama adalah penerapan rekayasa lalu lintas situasional seperti contraflow dan one way. Keputusan ini tidak diambil secara sembarang, melainkan berdasarkan analisis data digital yang akurat. Kakorlantas memastikan setiap kebijakan memiliki parameter yang terukur.
“Saya selalu bicara parameter angka untuk memutuskan cara bertindak di jalan tol,” katanya. Pendekatan ini menjamin setiap langkah rekayasa memberikan dampak positif bagi kelancaran arus kendaraan di jalur utama.
Selain itu, Korlantas memanfaatkan teknologi ETLE Drone untuk memantau kondisi lalin dari udara secara real-time. Teknologi ini membantu mendeteksi kepadatan serta pelanggaran lalu lintas dengan lebih cepat dan luas di berbagai titik jalur mudik.
“ETLE Drone kami turunkan untuk memantau arus mudik secara real-time sehingga potensi kemacetan maupun pelanggaran dapat terdeteksi lebih cepat,” ujar Irjen Agus.
Evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan hasil positif. Pada Operasi Ketupat 2025, angka kecelakaan berhasil ditekan hingga 33 persen, sementara fatalitas menurun 51 persen. Data ini menjadi motivasi bagi Korlantas untuk terus memperkuat sistem pada tahun 2026.
Meskipun volume kendaraan diprediksi meningkat setiap tahun, keselamatan tidak boleh dikompromikan. Operasi Ketupat hadir sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah perjalanan masyarakat menuju kampung halaman.
“Volume kendaraan meningkat setiap tahun, tetapi keselamatan harus tetap menjadi prioritas nomor satu,” tegas Irjen Agus. Melalui kesiapan yang matang, diharapkan jutaan pemudik dapat berkumpul bersama keluarga dalam suasana Lebaran yang aman dan penuh kebahagiaan.







