Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Login
Jurnalisme Investigatif
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
No Result
View All Result
Jurnalisme Investigatif
No Result
View All Result
Home Nasional

KKB Minta Tebusan 5M Untuk Pilot Susi Air, Ini Respon Panglima TNI dan Polri

5 Juli 2023
in Nasional
0
KKB dan Pilot Susi Air

KKB dan Pilot Susi Air | Foto : detikcom

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappScan QR Code

Jurnalismeinvestigatif – Konflik di Provinsi Papua telah menimbulkan berbagai permasalahan dan tantangan yang perlu diselesaikan. Salah satu peristiwa terbaru adalah tuntutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang meminta tebusan sebesar 5 miliar rupiah untuk membebaskan seorang pilot Susi Air yang disandera.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail tentang permintaan tebusan ini dan respons dari Panglima TNI dan Polri terhadap situasi tersebut.

Kamu mungkin suka

Wamenhub Suntana: Kecepatan Kendaraan Tembus 81 Km/Jam, Bukti Kinerja Baik Polri di Mudik 2026

Wamenhub Suntana: Kecepatan Kendaraan Tembus 81 Km/Jam, Bukti Kinerja Baik Polri di Mudik 2026

4 jam ago
Pakar Kebijakan Publik UB: Kolaborasi Multi Helix Polri Kunci Sukses Mudik 2026

Pakar UB Sebut Operasi Ketupat 2026 Bukti Suksesnya Kolaborasi Governance Multi Helix Polri

7 jam ago

Konflik di Papua telah berlangsung cukup lama, dengan kelompok separatis yang berupaya mencapai kemerdekaan. Salah satu kelompok yang aktif dalam konflik ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Egianus Kogoya yang melakukan penyanderaan terhadap seorang pilot Susi Air bernama Kapten Phillip Mark Merthens.

Pada tanggal 7 Februari 2023, pesawat Susi Air yang dipiloti oleh Kapten Phillip Mark Merthens hilang kontak setelah mendarat di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Ternyata, pesawat tersebut diserang dan dibakar oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. Lima penumpang yang dibawa oleh Kapten Phillip kemudian dibebaskan oleh KKB.

Pada tanggal 27 Mei 2023, seorang juru bicara dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) bernama Sebby Sambom mengirimkan video yang menampilkan Kapten Phillip Merthens yang disandera oleh Egianus Kogoya dan pasukannya. Dalam video tersebut, Kapten Phillip mengancam akan ditembak jika pemerintah tidak mendiskusikan kemerdekaan Papua dengan negara-negara lain dalam waktu dua bulan.

Baca Juga : Viral Rekaman Suara Susi Pudjiastuti Geram Ke KKB Karena Pilotnya Tidak Kunjung Bebas

Respons Panglima TNI

Panglima TNI, Jenderal Yudo Margono, mengatakan bahwa ia belum mengetahui secara pasti dari mana permintaan tebusan ini berasal.

“Saya enggak tahu tadi permintaan itu dari mana. Kami belum tahu itu. Tetapi, ya, itu tadi untuk damai dan kemanusiaan apalagi menyangkut nyawa manusia. Artinya tidak ada apa pun yang seharga itu,” Panglima TNI Yudo Margono di Istana Wakil Presiden, Jakarta, dikutip dari kumparan, Selasa (4/7).

Namun, jika hal tersebut terkait dengan kemanusiaan, ia mengatakan bahwa pihaknya akan memenuhi permintaan tersebut demi keselamatan semua pihak yang terlibat.

“Ya, kalau permintaannya itu, ya, kita penuhi demi keselamatan semuanya,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Panglima TNI menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan negosiasi dengan KKB Papua untuk mencari solusi damai.

Persiapan Kapolda Papua

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Mathius D. Fakhiri, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan uang tebusan sebesar 5 miliar rupiah untuk membebaskan Kapten Phillip Mark Merthens.

“Saya hari itu sudah menyampaikan kepada Penjabat Bupati Nduga apabila dia (Egianus Kogoya) minta, tapi tidak boleh lebih dari Rp 5 miliar, itu saya sampaikan akan dikasih,” kata Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri, dikutip dari detikcom, Jayapura, Senin (3/7).

Kapolda Papua telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nduga untuk proses penyerahan uang tebusan tersebut.

“Saya sudah sampaikan kemarin apabila itu ada tuntutan, tuntutan dari Egi bentuk apa saja mau bentuk uang itu pasti kita akan diskusikan,” jelas Mathius.

Namun, Mathius menegaskan pihak terbuka untuk melakukan negosiasi dengan KK dan tuntutan KKB haruslah masuk akal.

Pihak kepolisian dan pemerintah setempat terus melakukan proses negosiasi dengan KKB untuk mencapai kesepakatan yang memungkinkan pembebasan Kapten Phillip Mark Merthens.

Proses negosiasi ini dilakukan oleh Penjabat Bupati Nduga. Tujuan dari negosiasi ini adalah mencari solusi damai yang mengutamakan keselamatan semua pihak yang terlibat.

Tuntutan tebusan sebesar 5 miliar rupiah oleh KKB Papua untuk membebaskan pilot Susi Air, Kapten Phillip Mark Merthens, telah menimbulkan kekhawatiran dan tantangan bagi pemerintah dan aparat keamanan.

Panglima TNI dan Kapolda Papua memberikan respon yang berbeda terhadap permintaan tebusan ini, dengan menekankan pentingnya kemanusiaan dan keselamatan dalam menghadapi situasi ini. Proses negosiasi masih terus berlanjut dengan harapan dapat mencapai kesepakatan damai.

Baca Juga : Sekian Lama Akhirnya TNI Naikan Status Jadi Siaga Tempur Untuk KKB

Dapatkan informasi terupdate berita polpuler harian dari jurnalismeinvestigatif.com Untuk kerjasama lainya bisa kontak email tau sosial media kami lainya.

Redaksi JurnalInvestigatif

Redaksi JurnalInvestigatif

Berita Terkait

Wamenhub Suntana: Kecepatan Kendaraan Tembus 81 Km/Jam, Bukti Kinerja Baik Polri di Mudik 2026

Wamenhub Suntana: Kecepatan Kendaraan Tembus 81 Km/Jam, Bukti Kinerja Baik Polri di Mudik 2026

by Salma Hn
2026/04/01
0

Jakarta — Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polri, khususnya Korlantas Polri, dalam mengamankan arus mudik...

Pakar Kebijakan Publik UB: Kolaborasi Multi Helix Polri Kunci Sukses Mudik 2026

Pakar UB Sebut Operasi Ketupat 2026 Bukti Suksesnya Kolaborasi Governance Multi Helix Polri

by Salma Hn
2026/04/01
0

Jakarta — Pakar Kebijakan Publik dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Prof. Andy Fefta Wijaya, menilai keberhasilan Operasi Ketupat 2026...

GP Al Washliyah DKI: Kinerja Korlantas Polri di Mudik 2026 Wujud Nyata Pelayanan Kemanusiaan

Ketua GP Al Washliyah DKI: Sukses Mudik 2026 Bukti Korlantas Polri Jaga Nilai Kemanusiaan

by Salma Hn
2026/04/01
0

Jakarta — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Al Washliyah DKI Jakarta memberikan dukungan dan apresiasi tinggi kepada Kepala Korps...

Nasky Putra Tandjung: Strategi Terencana Korlantas Polri Berhasil Tekan Fatalitas Hingga 30 Persen

Analis Nasky Putra Tandjung Apresiasi Kinerja Korlantas Polri Amankan Arus Mudik Lebaran 2026

by Salma Hn
2026/04/01
0

Jakarta — Keberhasilan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendapat pengakuan dari Analis...

Next Post
Kekeringan meteorologis Jawa Barat

BMKG: Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis di Jawa Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Bisnis
  • Gagasan Ahli
  • Gercep Polri
  • Isu Polri
  • Jaga Negeri
  • Kamtibmas
  • Nasional
  • Pendapat Ahli
  • Pendidikan
  • Sains Teknologi
  • Sorotan
  • Sosial Politik
  • Trending no.1 Media Sosial

Berita Terbaru

Wamenhub Suntana: Kecepatan Kendaraan Tembus 81 Km/Jam, Bukti Kinerja Baik Polri di Mudik 2026

Wamenhub Suntana: Kecepatan Kendaraan Tembus 81 Km/Jam, Bukti Kinerja Baik Polri di Mudik 2026

1 April 2026
Pakar Kebijakan Publik UB: Kolaborasi Multi Helix Polri Kunci Sukses Mudik 2026

Pakar UB Sebut Operasi Ketupat 2026 Bukti Suksesnya Kolaborasi Governance Multi Helix Polri

1 April 2026
GP Al Washliyah DKI: Kinerja Korlantas Polri di Mudik 2026 Wujud Nyata Pelayanan Kemanusiaan

Ketua GP Al Washliyah DKI: Sukses Mudik 2026 Bukti Korlantas Polri Jaga Nilai Kemanusiaan

1 April 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Sorotan
  • Pendapat Ahli
  • Sosial Politik
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi

© Copyright Jurnalisme Investigatif Team All Rights Reserved -