Semarang – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menutup gelaran Operasi Ketupat 2026 pada Selasa (24/3/2026) pukul 24.00 WIB. Meski volume kendaraan pada arus mudik dan balik tahun ini mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah, Polri melaporkan keberhasilan signifikan dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh, tingkat fatalitas korban meninggal dunia mengalami penurunan drastis sebesar 30,41 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, jumlah kejadian kecelakaan secara umum juga menyusut sebesar 5,31 persen.
“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Negara hadir, Polri hadir di jalan bukan hanya untuk mengatur, tetapi memastikan perjalanan ‘duta-duta mudik’ aman dan selamat sampai tujuan,” ujar Irjen Agus di Semarang, Jawa Tengah.
Rekor Arus dan Pengamanan Sisa Arus Balik
Data Korlantas menunjukkan lonjakan mobilitas yang luar biasa. Puncak arus mudik tercatat naik lebih dari 4 persen, sementara puncak arus balik melonjak signifikan hingga lebih dari 14 persen. Meski operasi resmi ditutup, Irjen Agus menegaskan bahwa pengamanan tetap berlanjut melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Hingga saat ini, tercatat masih ada sekitar 36 persen atau 1,2 juta pemudik yang belum kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Sebanyak 36 persen pemudik saat ini masih berada di wilayah Trans Jawa, Jawa Barat, dan Trans Sumatera. Kami tetap menyiagakan personel di lapangan melalui Command Center untuk memantau pergerakan ini,” jelasnya.
Skenario One Way Gelombang Kedua
Antisipasi juga dilakukan terhadap potensi bangkitan arus kedua yang diprediksi terjadi pada akhir pekan ini (28-29 Maret). Irjen Agus menjelaskan pihaknya telah menyiapkan parameter khusus untuk memberlakukan kembali rekayasa lalu lintas one way.
“Jika pada tanggal 28 nanti parameter di Gerbang Tol Kalikangkung menunjukkan angka 3.900 hingga 4.000 kendaraan per jam secara berturut-turut, kemungkinan besar kami akan kembali memberlakukan one way,” tuturnya.
Keberhasilan pengelolaan arus tahun ini tak lepas dari pemanfaatan teknologi digital seperti ETLE drone dan optimalisasi tol fungsional seperti Japek II Selatan serta jalur Bocimi yang terbukti efektif memecah kepadatan.
Imbauan WFA dan Keselamatan
Guna mengurai potensi penumpukan di akhir pekan, Kakorlantas mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Ia juga mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri masuk ke rest area yang sudah penuh.
“Apabila rest area penuh, silakan keluar ke jalur arteri untuk beristirahat atau menikmati kuliner lokal, lalu masuk kembali ke tol. Yang utama adalah konsentrasi dan keselamatan,” pungkas Irjen Agus.







