Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., resmi melepas tim peliputan mudik Garuda TV. Kegiatan strategis ini berlangsung pada Selasa (10/3).
Tim ini akan bertugas meliput langsung arus mudik dan arus balik Lebaran. Peliputan ini merupakan bagian dari rangkaian pengamanan Operasi Ketupat 2026.
Pelepasan tim peliputan menjadi wujud nyata penguatan kolaborasi antara kepolisian dan media. Tujuannya adalah memberikan informasi yang cepat, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, tampak hadir di lokasi.
Hadir pula Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, serta Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh dari lintas sektor.
Dukungan bersama ini sangat penting untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. Keamanan jutaan pemudik Lebaran tahun ini menjadi fokus utama pemerintah.
Operasi Kemanusiaan dan Kehadiran Negara
Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengaturan lalu lintas biasa. Lebih dari itu, operasi ini adalah wujud nyata kehadiran negara.
Negara hadir untuk menjamin keselamatan seluruh masyarakat yang sedang melakukan perjalanan. Kakorlantas menekankan bahwa semua unsur yang terlibat memiliki tanggung jawab yang sama.
Setiap petugas di lapangan wajib memastikan perjalanan masyarakat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
“Negara hadir mengatur lalu lintas dalam Operasi Ketupat, kami tidak hanya hadir melakukan rekayasa lalu lintas, tapi kita semuanya hadir untuk memastikan bahwa semua perjalanan baik berangkat sampai tujuan selamat sampai tujuan bahagia dan kembali selamat,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Pesan Keselamatan “Ojo Kesusu”
Selain mengawasi kelancaran fisik di jalan, Kakorlantas juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran berkendara. Pesan edukasi ini disampaikan melalui sebuah pendekatan kultural.
Polri menggunakan lagu bertajuk “Mudik Tertib Ojo Kesusu” sebagai sarana kampanye. Lagu ini diharapkan bisa menjadi pengingat yang baik bagi para pemudik.
Pesan utamanya sangat sederhana, yaitu agar pemudik tidak tergesa-gesa saat mengemudi. Keselamatan diri dan keluarga harus selalu menjadi prioritas di atas segalanya.
Berbagai langkah taktis juga telah disiapkan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi infrastruktur terkini.
Teknologi ini memungkinkan petugas melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara langsung (real-time). Pemantauan ini mencakup berbagai wilayah rawan kepadatan di Indonesia.
“Mari kita mendengarkan musik “Mudik Tertib Ojo Kesusu” jangan tergesa-gesa di jalan karena keselamatan itu adalah yang paling utama. Kami juga menghadirkan teknologi infrastruktur untuk bisa memantau perkembangan arus mudik dan arus balik,” tambah Kakorlantas Polri.
Media Sebagai Mitra Strategis
Lebih lanjut, Kakorlantas menilai bahwa media massa memiliki kontribusi yang sangat penting. Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak lepas dari peran aktif para jurnalis.
Media diposisikan sebagai mitra strategis utama bagi pihak kepolisian. Mereka bertugas menjembatani penyampaian informasi penting kepada masyarakat luas.
Informasi tersebut mencakup berbagai kebijakan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan. Contohnya adalah jadwal pemberlakuan sistem one way dan contraflow di ruas jalan tol.
Penyampaian informasi yang cepat dan akurat dinilai sangat krusial bagi pemudik. Hal ini akan membantu masyarakat dalam merencanakan waktu perjalanan mereka dengan lebih matang.
Kakorlantas juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh tim peliputan di lapangan. Mereka diminta tidak hanya melaporkan situasi kepadatan lalu lintas semata.
Media diharapkan turut aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan berkendara. Tim peliputan juga diminta membantu memantau kondisi di titik-titik rawan kemacetan.
Selain itu, informasi terkini mengenai kapasitas rest area sangat dibutuhkan. Penyampaian rute alternatif di jalan arteri juga penting untuk mengurangi penumpukan kendaraan di jalan tol.
Melalui kolaborasi erat antara kepolisian dan media, masyarakat dipastikan mendapat informasi yang komprehensif. Dengan demikian, perjalanan mudik akan terasa lebih aman, lancar, dan nyaman bagi semua pihak.








