JAKARTA — Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menginstruksikan seluruh jajaran lalu lintas di Indonesia untuk mengedepankan sikap humanis dan pelayanan prima selama masa libur nasional serta cuti bersama Hari Kenaikan Isa Almasih 2026. Momentum libur panjang ini dinilai tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis pengaturan arus, tetapi juga kehadiran polisi yang mampu memberikan rasa aman dan membantu masyarakat secara langsung di lapangan.
Korlantas Polri telah memastikan bahwa personel lalu lintas di 34 Polda disiagakan selama 24 jam penuh. Fokus pengamanan mencakup titik-titik krusial seperti jalur tol, jalan nasional, akses kawasan wisata, terminal, pelabuhan, hingga persimpangan utama yang rawan kemacetan dan kecelakaan.
Pendekatan Humanis Melalui “Polantas Menyapa”
Melalui Program Polantas Menyapa, Korlantas Polri berupaya menggeser stigma penindakan menjadi pelayanan yang lebih edukatif. Irjen Pol Agus menekankan bahwa kehadiran petugas di jalan raya saat ini identik dengan perlindungan, bantuan, dan pemberian edukasi bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.
“Kehadiran polisi lalu lintas di jalan tidak hanya identik dengan penindakan, tetapi juga perlindungan, bantuan, edukasi, dan pelayanan,” ujar Agus, Rabu (13/5/2026).
Antisipasi Puncak Arus dan Risiko Kelelahan
Puncak arus kendaraan diprediksi akan terjadi pada hari Kamis dan Minggu. Seiring dengan peningkatan mobilitas menuju kawasan wisata dan kampung halaman, kepadatan di titik-titik seperti rest area diperkirakan akan meningkat. Agus mengingatkan para pengemudi untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah.
Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. “Lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat daripada memaksakan diri dalam kondisi lelah. Cepat sampai tidak pernah lebih penting daripada pulang dengan selamat. Jalan raya seharusnya menjadi ruang keselamatan, bukan ruang kehilangan,” kata Agus.
Membawa Pesan Kedamaian ke Jalan Raya
Irjen Pol Agus juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai Hari Kenaikan Isa Almasih, seperti kedamaian, kasih, dan kepedulian, ke dalam perilaku berkendara sehari-hari. Kesabaran dalam menghadapi kemacetan dan sikap saling menghormati antar pengguna jalan merupakan bentuk nyata dari menghargai nilai kehidupan itu sendiri.
Keselamatan berlalu lintas, menurutnya, adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan kerja sama antara kesiagaan petugas dan disiplin masyarakat. Dengan semangat kemanusiaan tersebut, diharapkan perjalanan masyarakat selama libur panjang ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

