Jakarta — Operasi Ketupat 2026 resmi menjadi momentum transformasi besar bagi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Polantas kini tidak hanya dikenal sebagai pengatur lalu lintas yang kaku, melainkan institusi modern yang menggabungkan kecanggihan teknologi dengan sentuhan empati yang humanis.
“Transformasi pelayanan publik tidak bisa hanya bertumpu pada satu pendekatan. Teknologi mempercepat pengambilan keputusan, sementara empati memastikan kebijakan tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat,” tegas Irjen Agus.
Dalam pengelolaan mudik tahun ini, data real-time dari Command Center dan ETLE menjadi fondasi pengambilan kebijakan rekayasa lalin seperti one way. Namun, Irjen Agus menekankan bahwa “Data saja tidak cukup.” Di sinilah peran pendekatan humanis masuk sebagai penyempurna. Melalui program “Polantas Menyapa”, petugas di lapangan hadir untuk memberikan solusi nyata, mulai dari membantu kendaraan mogok hingga memberikan edukasi persuasif kepada pemudik.
Keberhasilan kombinasi ini terlihat jelas dalam capaian Polda Kalimantan Selatan. Saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengemudi ojek online (ojol) di Banjarmasin, Rabu (8/3/2026), Kakorlantas memberikan apresiasi tinggi atas penurunan angka fatalitas kecelakaan di Kalsel yang mencapai 65 persen.
“Penurunan 65 persen di Kalsel ini berdampak besar pada rekapitulasi nasional yang turun 31 persen. Ini adalah indikator bahwa sinergi sistem yang kuat dan pelayanan yang tulus membuahkan hasil nyata bagi keselamatan jiwa masyarakat,” tambahnya.
Wajah baru Polantas Indonesia kini lebih komunikatif dan responsif. Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 membuktikan bahwa ketika teknologi bertemu dengan empati, perjalanan mudik tidak hanya menjadi sekadar perpindahan kendaraan, tetapi menjadi sebuah pengalaman yang aman, selamat, dan bermakna bagi jutaan keluarga di Indonesia.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat bersama komunitas, Polri optimis tren positif kamseltibcarlantas ini akan terus terjaga secara berkelanjutan.








