Jakarta — Keberhasilan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026 mendapat pengakuan dari Analis Kebijakan Publik dan Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung. Ia menilai penurunan angka fatalitas yang menyentuh angka 30,41 persen adalah bukti nyata efektivitas manajemen krisis yang dijalankan kepolisian.
“Penurunan angka kecelakaan nasional sebesar 5,31 persen dan fatalitas dari 342 jiwa di 2025 menjadi 238 jiwa di 2026 merupakan indikator positif. Strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas tahun ini berjalan cukup efektif,” ujar Nasky dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Nasky menyoroti pengerahan 161.243 personel gabungan serta pengoperasian 2.746 posko strategis sebagai bentuk keseriusan Polri dalam melayani masyarakat. Penerapan inovasi seperti one way nasional dan sistem one way sepenggal dinilai sangat membantu menjaga kelancaran arus kendaraan di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
“Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, serta elemen masyarakat adalah kunci. Selain itu, langkah melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret menunjukkan komitmen Polri untuk memastikan keselamatan masyarakat hingga arus balik benar-benar usai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nasky mengapresiasi paradigma pelayanan Korlantas Polri yang kini lebih humanis. Kehadiran ribuan pos pelayanan bukan sekadar fasilitas pendukung keamanan, melainkan ruang layanan yang memberikan kenyamanan bagi pemudik untuk beristirahat di tengah perjalanan jauh.
Ia berharap capaian positif Operasi Ketupat 2026 dapat terus dipertahankan dan menjadi referensi standar untuk pengamanan hari besar di masa mendatang. Kolaborasi yang baik antara aparat dan kedisiplinan masyarakat menjadi fondasi utama terwujudnya semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.










