JAKARTA — Ruang jalan raya sering kali hanya dipandang secara fungsional sebagai jalur mekanis tempat roda kendaraan bergerak. Orang melintas di atasnya untuk mengejar waktu bekerja, pulang ke rumah, atau memenuhi urusan logistik sehari-hari.
Padahal, di balik arus kendaraan yang padat itu, ada persoalan yang jauh lebih mendalam, yaitu tentang cara manusia menghargai eksistensi kehidupan orang lain di sebuah ruang bersama.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa jaminan keselamatan lalu lintas sama sekali bukan hanya menjadi beban tanggung jawab kepolisian semata. Menurutnya, keselamatan adalah sebuah bentuk kesadaran kolektif yang harus dibangun secara gotong-royong oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Keselamatan di jalan bukan sekadar aturan, tetapi bentuk penghargaan terhadap kehidupan,” ujar Irjen Agus dalam sebuah agenda edukasi lalu lintas nasional.
Mengonversi Kepatuhan Menjadi Nilai Moral
Pernyataan filosofis tersebut memperlihatkan arah baru dalam transformasi pelayanan Polantas. Penegakan hukum di lapangan memang tetap berjalan penting, namun tidak akan pernah cukup jika tidak diikuti oleh perubahan cara pandang (mindset) dari masyarakat sendiri.
Jalan raya harus digeser paradigmanya, dari ruang yang selama ini penuh dengan ego kompetisi menjadi sebuah ruang sosial yang menuntut empati, disiplin, dan penghormatan mutlak terhadap sesama. Keselamatan tidak boleh lagi dipahami secara sempit hanya sebagai kewajiban kaku mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Satu pelanggaran kecil, seperti menerobos lampu merah di saat sepi atau nekat melawan arus lalu lintas, memiliki risiko besar yang dapat berujung pada hilangnya kehidupan seseorang secara tragis.
Oleh karena itu, pembentukan budaya tertib berkendara wajib diinisiasi dari kesadaran moral yang tertanam di dalam dada. Pengendara yang dengan ikhlas memberi jalan kepada ambulans, sabar berhenti di belakang zebra cross, atau konsisten menjaga jarak aman sebenarnya sedang menunjukkan kualitas penghargaan tertinggi terhadap hidup orang lain.

