Site icon jurnalismeinvestigatif.com

Kelola 3,5 Juta Kendaraan, Korlantas Polri Kedepankan Operasi Kemanusiaan di Lebaran 2026

Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho

Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho

Jakarta — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dengan strategi ganda: pemanfaatan teknologi mutakhir dan pendekatan humanis. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa misi utama tahun ini adalah menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat agar tetap aman dan nyaman.

“Operasi Ketupat bukan hanya soal lalu lintas, tapi juga menjaga kekhusyukan Ramadan dan Idulfitri. Kami hadir untuk memastikan Harkamtibmas dan Kamseltibcarlantas terjaga dengan baik,” ujar Irjen Agus di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Menghadapi proyeksi 3,5 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta, Korlantas Polri mengerahkan perangkat digital seperti ETLE Drone, Radar Traffic Counting, hingga optimalisasi Command Center. Teknologi ini memungkinkan petugas memantau volume kendaraan secara real-time, terutama saat puncak arus mudik yang mencatatkan angka 270.315 kendaraan dalam sehari.

“Dengan infrastruktur digital yang ada, pengambilan keputusan di lapangan kini tidak lagi berdasarkan perkiraan, melainkan berbasis data akurat. Ini kunci untuk mengurai kepadatan secara presisi,” jelas jenderal bintang dua tersebut.

Meski mengandalkan teknologi canggih, Irjen Agus menekankan bahwa personel di lapangan tetap mengedepankan sisi humanis. Operasi Ketupat 2026 diposisikan sebagai operasi kemanusiaan yang memberikan perlindungan dan pengayoman langsung kepada para pemudik.

“Kami tidak hanya mengatur jalan, tapi memastikan pemudik merasa dilayani. Pendekatan humanis adalah prioritas agar masyarakat merasa aman dan bahagia bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman,” pungkasnya. Kombinasi strategi ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik Polri di mata masyarakat.

Exit mobile version