Site icon jurnalismeinvestigatif.com

Antisipasi Lonjakan 28 Maret, Kakorlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Gelombang Kedua

Jakarta — Memasuki penghujung masa arus balik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan gelombang kedua. Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa puncak gelombang kedua ini diprediksi akan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Pembagian fase arus balik menjadi dua gelombang ini menjadi dasar bagi Korlantas dalam menyusun langkah antisipasi di lapangan. “Gelombang pertama telah berlangsung pada 24 Maret, dan kami kini memfokuskan kekuatan untuk menghadapi puncaknya besok pada 28 Maret,” ujar Irjen Agus.

Untuk menjaga kelancaran, Korlantas Polri memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mematangkan skema rekayasa lalu lintas. Opsi penerapan one way nasional maupun lokal kini tengah dipertimbangkan secara dinamis berdasarkan data volume kendaraan di jalur strategis Tol Trans Jawa.

Meski kondisi di beberapa titik seperti Gerbang Tol Prambanan dan Pelabuhan Bakauheni terpantau relatif terkendali pada pagi hari ini, Irjen Agus menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Data menunjukkan bahwa baru sekitar separuh dari total pergerakan arus balik yang terealisasi, sehingga potensi lonjakan besar dalam dua hari ke depan masih sangat tinggi.

Di sektor penyeberangan, pola Tiba, Bongkar, dan Berangkat (TBB) telah disiapkan jika terjadi antrean signifikan di Bakauheni. Sementara di ruas tol, seluruh gardu layanan dipastikan beroperasi penuh untuk mendistribusikan beban lalu lintas secara merata.

Irjen Agus menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Ia juga mengimbau para pemudik untuk merencanakan waktu perjalanan dengan baik guna menghindari penumpukan di waktu yang bersamaan. “Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas adalah kunci kelancaran kita bersama hingga seluruh rangkaian arus balik ini selesai,” pungkasnya.

Exit mobile version