SOLO – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., melakukan pengecekan langsung di Pos Terpadu Kartosuro, Jawa Tengah, guna memantau kondisi terkini arus balik pada Operasi Ketupat 2026. Posko ini dipilih karena menjadi titik pertemuan arus lalu lintas dari Jawa Timur, Solo Raya, dan Yogyakarta.
Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan, berdasarkan evaluasi bersama jajaran Korlantas Polri dan Satgas Kamseltibcarlantas pada pukul 10.00 WIB, kondisi arus lalu lintas mulai melandai dan terpantau terkendali. Oleh sebab itu, pihak Kepolisian mengambil keputusan untuk menyesuaikan rekayasa lalu lintas nasional.
“Seizin Bapak Kapolri, kami melakukan sosialisasi dan sterilisasi untuk mencabut one way nasional mulai dari KM 414 hingga KM 263,” ujar Irjen Agus.
Dengan pencabutan ini, jalur normal menuju Jakarta maupun arah sebaliknya kembali dibuka sekitar pukul 12.00 WIB. Namun demikian, guna mencegah kepadatan di wilayah Cikampek, one way lokal tahap kedua dari KM 263 hingga KM 70 tetap diterapkan bersamaan dengan penerapan contraflow di wilayah tersebut.
Dalam catatan Kakorlantas, puncak arus balik kali ini mencatatkan rekor dengan volume mencapai 256.388 kendaraan, meningkat 14,8% dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 223.163 kendaraan. Hingga saat ini, sekitar 58% atau 1.958.000 kendaraan telah kembali ke Jakarta, dengan sisa diperkirakan sekitar 1,4 juta kendaraan yang akan kembali secara bertahap hingga tanggal 29 Mei.
Jika Operasi Ketupat berakhir malam ini, masih terdapat sekitar 250.000 kendaraan di ruas Trans Jawa yang perlu dikelola menuju Jakarta.
Kabar positif juga datang dari data kecelakaan lalu lintas. Irjen Agus menjelaskan penurunan signifikan angka fatalitas korban meninggal dunia sebesar 28,5%. Selain itu, jumlah kecelakaan secara keseluruhan menurun sebesar 4,5%.
Kakorlantas menegaskan bahwa titik-titik rawan kecelakaan atau black spot telah diantisipasi dengan penyiapan pos pengamanan, pos pelayanan, serta tim urai dan tim Traffic Accident Analysis (TAA). Jalur arteri aglomerasi di wilayah Brebes, Solo Raya, dan Semarang tercatat masih padat namun terkendali.
“Tahun ini tidak ada peristiwa kecelakaan yang menonjol. Kesuksesan ini adalah hasil disiplin para pengguna jalan, baik duta mudik maupun duta balik. Ini adalah kesuksesan kita bersama,” tutup Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

