Jakarta, 18 Maret 2026 — Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho melepas secara resmi ribuan peserta program Mudik Gratis Polri Presisi 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Rabu (18/3). Program tersebut merupakan bagian dari upaya Polri memberikan pelayanan mudik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat yang hendak merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Acara pelepasan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri.
Sebelum pelepasan, Kapolri meninjau tenda kesehatan untuk memastikan kondisi prima seluruh pengemudi dan penumpang. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim Dokkes guna meminimalisir risiko selama perjalanan jauh. Kapolri juga menyapa para pemudik di dalam bus dan memberikan bingkisan Lebaran sebagai bentuk perhatian.
“Program ini adalah wujud kehadiran negara agar masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan bahagia, sesuai tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,” ujar Kapolri.
Sebanyak 4.009 pemudik diberangkatkan menggunakan 80 unit bus menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kapolri memastikan seluruh armada telah menjalani uji kelaikan (ramp check) dan didukung pengamanan maksimal di sepanjang jalur mudik oleh Korlantas Polri bersama instansi terkait. Prosesi pelepasan ditandai dengan flag off oleh Kapolri dari podium keberangkatan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan penerapan rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara bertahap selama arus mudik. Sistem one way tahap pertama diberlakukan dari KM 70 hingga KM 263, dilanjutkan one way nasional dari KM 70 hingga KM 414 yang direncanakan mulai pukul 12.00 WIB. “Kami menyesuaikan rekayasa lalu lintas dengan kondisi di lapangan agar arus kendaraan tetap terkendali,” tutur Agus.
Polri mencatat perkembangan positif selama Operasi Ketupat 2026, dengan penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas sebesar 40,1 persen. Selain itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lima klaster utama—jalan tol, jalan arteri, tempat ibadah, pelabuhan penyeberangan, dan objek wisata—terpantau aman tanpa kejadian menonjol.
Kapolri juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengemudi dianjurkan untuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik dalam keadaan prima serta beristirahat setiap tiga jam sekali demi menghindari kelelahan yang dapat menyebabkan kecelakaan. “Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengajak seluruh pemudik untuk disiplin dan memanfaatkan rest area yang tersedia,” tegas Kapolri.
Selain itu, Kapolri mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi arus mudik kepada masyarakat. Informasi yang masif diyakini membantu meningkatkan kesadaran pemudik dalam berkendara secara aman. Di lapangan, petugas Pengurai dan Pengatur Lalu Lintas (PURI) terus bersiaga menangani berbagai potensi hambatan, termasuk pengemudi kelelahan dan kendaraan berhenti di bahu jalan.

